Kelompok Scientist Club

huaaaa, alhamdulillah, akhirnya Scientist Club mulai berjalan juga, hehe..
udah pada tau belom kalian masuk kelompok mana? Kalo belom, yuuk, sok, di-check, 😀

Kelompok 1
Mentor English : M. Irfan Hasan / Far 08
Mentor Writing : Karina Fauziah / Geo 08
Anggota :
1. Aprilya Tri S. / Far 08 (W)
2. Yuri Nurdiantiami / Far 09 (W)
3. Muhammad Reza / Kim 10 (W)
4. Nur Aulia Ulfah / Bio 10 (W)
5. Senia Frida K / Bio 10 (W)
6. Nita Amalia / Bio 09 (W)
7. Satriati Tanjung / Far 09 (W)
8. Ramadhan Dipta / Kim 09 (E)
9. Qivi Azizah / Kim 10 (E)
10. Fadhly Hakim M / Far 09 (EW)
11. Linggih Saputro / Kim 10 (EW)
12. Ichsani Mursidah / Mat 09 (EW)
13. Aprilia Nur F / Bio 09 (EW)
14. Fahima Hernita S / Kim 09 (EW)
15. Andhika Supono / Kim 09 (EW)
16. Rizky Ade Kurnia Putri / Kim 09 (EW)
17. Aulia Ayu Riandini Bulkia / Geo 08 (EW)
18. Resha Nesia / Mat 10 (W)

Kelompok 2
Mentor English : Diana Ayu Nindita / Kim 08
Mentor Writing : Awatif Al Makiyah / Bio 08
Anggota :
1. M. Bahtiar / Kim 10 (W)
2. Mia Nurnajiah / Bio 10 (W)
3. Cindy Kus Intari / Bio 10 (W)
4. Dyah Restu Pamuji / Bio 09 (W)
5. Nuriza Ulul / Far 09 (W)
6. Ibnu Budiman / Geo 08 (E)
7. Annisa Dewi / Kim 10 (E)
8. Ayu Fitriyani / Kim 09 (E)
9. Wiyogo Prio / Kim 09 (EW)
10. Atiqah Nur Choiry / Kim 10 (EW)
11. Zahra Haifa / Bio 10 (EW)
12. Ana / Mat 09 (EW)
13. Cipta Prio / Kim 08 (EW)
14. Rina Malahayati / Kim 09 (E)
15. Vidinia Larasati / Kim 09 (E)
16. Wisnu Tafroji / Bio 10 (EW)
17. Efrin Ramania / Fis 09 (E)
18. Badzlina / Bio 08 (E)

Kelompok 3
Mentor English : Ayun Arifianti / Far 08
Mentor Writing : Tika Nurhasanah / Far 09
Anggota :
1. Dewi Murni / Far 08 (W)
2. Titin Ariyami / Kim 10 (W)
3. Faiza Az Zahra / Bio 10 (W)
4. Maulia Irawati / Bio (W)
5. M. Zulkarnain / Bio 09 (W)
6. Abdul Qadir / Fis 09 (E)
7. Karina Mandala / Kim 10 (E)
8. Ralentri P / Kim 09 (E)
9. Yesa Kristalia / Far 09 (EW)
10. Kandhi / Kim 10 (EW)
11. Shinta Ayu / Far 09 (EW)
12. Ardiantiono / Bio 10 (EW)
13. Khairunnisa / Fis 09 (EW)
14. Miftahudin / Kim 09 (EW)
15. Nur Azizah / Far 10 (EW)
16. Putu Udiyani Prayika / Kim 09 (EW)
17. Aldi Putra Madya / Far 10 (E)
18. Nur Aulia Ulfah / Bio 10 (W)

Kelompok 4
Mentor English : Riangga Sujatmiko / Geo 08
Mentor Writing : Deagita Yolani / Kim 08
Anggota :
1. Hadi Kurniawan / Kim 10 (W)
2. Vivi Khaifatul J / Bio (W)
3. Reny Guspratiwi / Bio 10 (W)
4. M. Khaerullah / Bio 09 (W)
5. M. Miftahul Huda / Far 10 (E)
6. Sunar Saputro / Kim 10 (E)
7. Rahma Budi W / Kim 09 (E)
8. Faradilla Mauliddini / Far 09 (EW)
9. Nurul Farhanah / Geo 08 (EW)
10. Miftah Rizkiawelly / Far 09 (EW)
11. Fikri Sultoni / Kim 09 (EW)
12. Wahyu Bagus / Kim 10 (EW)
13. Ninda Quin / Bio 09 (EW)
14. Tri Gusti Lingling / Far 09 (EW)
15. Ana Khairotun N / Bio 09 (EW)
16. Prastika Krisma Jiwanti / Kim 10 (EW)
17. Abdurrohman Harits / Fis 08 (W)
18. Rasyiddin Azhar / Geo 10 (E)

Kelompok 5
Mentor English : Labibah Qotrunnada / Bio 08
Mentor Writing :
Anggota :
1. Steven A. / Bio 10 (W)
2. Dwi Cahyono / Bio 10 (W)
3. Zenitha Lintang A / Bio 10 (W)
4. Dwi Anda S / Bio 09 (W)
5. Rima Febrina / Kim 09 (E)
6. Nazulanita / Far 10 (E)
7. Yoga Octa / Far 08 (EW)
8. Dwi Endah / Kim 09 (EW)
9. Ryan Adhimukti / Kim 10 (EW)
10. M. Akmal / Bio 10 (EW)
11. Rani W. / Far 09 (EW)
12. Aditya Permadi / Fis 10 (EW)
13. Fadhli Kusuma / Kim 09 (EW)
14. Rahma Maulida / Kim 09 (EW)
15. Irkham / Kim 09 (E)
16. Djeanisa Firdaus / Kim 09 (E)
17. M Adwiyadinul Haq / Mat 10 (W)
18. Adiyanti Firdausi / Kim 10 (E)

Kelompok 6
Mentor English : Faldo Maldini / Fis 08
Mentor Writing : Sesa / Geo 08
Anggota :
1. Dwiyanti / Geo 08 (W)
2. Yessica / Bio 10 (W)
3. Faiq Anan / Bio 10 (W)
4. Erwin Herdian / Bio 10 (W)
5. Okta Festi A. / Far 09 (W)
6. Tina Mellani / Far 09 (E)
7. Sheherazade / Bio 10 (E)
8. Andrian Surya W / Kim 09 (EW)
9. Yuli Asyawati / Kim 09 (EW)
10. Dian Palupi / Kim 10(EW)
11. R. Yusrifar KT / Bio 10 (EW)
12. Maulidayanti / Bio 10 (EW)
13. Aldhi Kristianto / Kim 09 (EW)
14. Fajar Addana / Bio 09 (EW)
15. Angga Dito Fauzi / Fis 10 (EW)
16. Anisa Purwo Lestari / Kim 09 (E)
17. Munazyi / Fis 09 (E)
18. Rina / Geo 10 (E)

Kelompok 7
Mentor English : Redho Meisudi / Far 08
Mentor Writing : Nuruma Nurul Malik / Mat 08
Anggota :
1. Dhiny Lidnillah / Bio 10 (W)
2. Kharisma Safiri / Bio 10 (W)
3. Achmad Ridha J. / Bio 10 (W)
4. Galuh Sekar Putih / Kim 09 (E)
5. Achmad Danny / Kim 09 (E)
6. Reza Rizqi / Kim 09 (E)
7. Rafika Fathni / Far 09 (EW)
8. Nurintan CT / Geo 08 (EW)
9. Suanto / Kim 10 (EW)
10. Siti Zahratul / Kim 10 (EW)
11. Abinubli / Bio 10 (EW)
12. Muhabidin / Bio 09 (EW)
13. Grandprix TM KADJA / Kim 09 (EW)
14. Resy IR / Bio 09 (EW)
15. Yeyen N. / Fis 10 (EW)
16. Andi Astri Faradiba / Kim 09 (E)
17. Zaenal Arifin / Bio 09 (EW)
18. Silfia Elly Oktaviani / Geo 09 (EW)

Kelompok 8
Mentor English : Sari / Fis 08
Mentor Writing : Mulyani Hassan / Bio 08
Anggota :
1. Dwie Putra W / Bio 10 (W)
2. Tirta Suganda / Bio 10 (W)
3. Pramita Indrarini / Bio 10 (W)
4. Sumayyah / Far 09 (E)
5. Renita Febriani / Kim 09 (E)
6. Risqia Minierini / Kim 09 (E)
7. Shafia Zahra / Bio 10 (E)
8. Dita Erliastiana / Geo 08 (EW)
9. Iis Afrianti / Kim 10 (EW)
10. Mailani Dwi / Bio 10 (EW)
11. M. Iqbal H / Bio 10 (EW)
12. Yogi Rachmayasa / Bio 09 (EW)
13. Puri Wulandari / Kim 09 (E)
14. Tiatira Windasari / Kim 09 (E)
15. Ardani / Fis 10 (EW)
16. M Kemal Prasya / Mat 09 (W)
17. M Zainul Abidin / Bio09 (W)

Kelompok 9
Mentor English : Enung Azizah / Bio 08
Mentor Writing : Nurlatipah / Geo 08
Anggota :
1. Cindy Novianti / Bio 10 (W)
2. Rangga Ardiansyah / Bio 10 (W)
3. Risda Nasuha / Bio 10 (W)
4. Bimo Ary PP / Kim 09 (E)
5. MI Anwaruddin / Bio 10 (E)
6. Badru Kamal / Bio 10 (E)
7. Mila / Geo 08 (EW)
8. Fitriyanti NK / Kim 10 (EW)
9. Elisabeth Lovian / Bio 10 (EW)
10. Anisatu ZW / Bio 10 (EW)
11. Risang Guritno / Ki m 09 (EW)
12. Danik Septi / Far 09 (EW)
13. Sri Wahyuni / Kim 09 (EW)
14. Amanda Rahmadainti / Kim 09 (EW)
15. Ardianus K.D. / Fis 10 (EW)
16. Eka Julia Ningsih / Kim 10 (EW)
17. Ahmad Mujahid / Mat 10 (W)

Kelompok 10
Mentor English : Nisa Yulianti / Far 08
Mentor Writing : Anggied PA / Kim 08
Anggota :
1. Ditha Inawati Sam / Bio 10 (W)
2. Rodiah Noor / Bio 10 (W)
3. Gintang Prayogi / Bio 10 (W)
4. Anastasia Wardhani / Bio 10 (E)
5. Ricky Karta / Bio 10 (E)
6. Rista Anggraini / Kim 10 (E)
7. Tika Nurhasanah / Far 09 (EW)
8. Citra Kusumadewi / Kim 10 (EW)
9. Dwi Mustika / Kim 10 (EW)
10. GianinNa / Mat 09 (EW)
11. Hadanatul Fitri / Far 09 (EW)
12. Faizal Budhi Mulia / Mat 09 (EW)
13. Tsabita Alaa / Kim 09 (EW)
14. Krisna Dwi / Kim 09 (EW)
15. Vaniardi / Fis 07 (EW)
16. Syarifah / Fis 09 (EW)
17. Agus Riyanto / Fis 08 (E)

E: English Club; W: Writing Club

Selamat Bergabung… 😀
SCIENTIST CLUB – SHARE THE EXCELLENCE!

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Metamorfosis Mapres FMIPA UI 2011

Kamis, 14 April 2011

Enam belas calon Mahasiswa Berprestasi (Mapres) telah menunjukan kemampuan mereka dalam Pemilihan Mapres FMIPA UI 2011. Rangkaian acara yang dimulai pada tanggal 11 April sampai 14 April 2011 ini, merupakan salah satu ajang pembuktian kreatifitas dan jati diri Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sebagai Fakultas Riset yang melahirkan tidak hanya ilmuwan tapi juga pionir sains bangsa.

Sama seperti hari sebelumnya, acara dimulai pada jam 08.00 WIB, dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan presentasi peserta Mapres, dan tanya jawab dengan dewan juri. Walaupun di hari terakhir ini audien yang menyemarakkan acara hanya berapa orang, namun acara tetap berjalan dengan lancar.

Pada hari ini, ada 5 peserta yang mempresentasikan karya tulis mereka. Yang pertama adalah  M. Irfan Hasan (Farmasi ’08), membahas mengenai “Kepeloporan Industri Farmasi di Indonesia”. Yang kedua adalah Ayun Erwina (Farmasi ’08), membahas tentang “Pemanfaatan Lerak sebagai Alternatif Kontrasepsi Alami dalam Bentuk Tablet Vaginal”. Dilanjutkan oleh Awatif Al Makiyah (Biologi ’08) yang mempresentasikan karya tulis ilmiahnya yang berjudul “Potensi Pelapisan Kitosan pada Daun Pisang sebagai Kemasan Pangan yang Praktis dan Ramah Lingkungan”. Presenter yang ke lima adalah Labibah Qotrunnada (Biologi ’08) mempresentasikan tentang “Upaya Menjaga Ketahanan Pangan Berbasis Lingkungan”. Dan terakhir adalah  Redho Meisudi (Farmasi ’08) mempresentasikan karya tulisnya yang berjudul “Standarisasi Tumbuhan Obat Unggulan Indonesia sebagai Daya Saing Bangsa dalam Mencapai Millennium Development Goals”.

Dari karya tulis peserta Mapres FMIPA UI ini, dapat dilihat kecemerlang mereka untuk mengembangkan serta menuangkan gagasan dan ide kreatif, dan selanjutnya diharapkan dapat benar- benar diaplikasikan untuk kemanfaatan bersama. Hal ini juga di ungkapkan oleh Dr. Herman Suryadi, M.S, Apt. selaku dewan juri dalam pemilihan Mapres FMIPA 2011 ini, beliau mengungkapkan bahwa banyak sekali ide-ide unik dan menarik untuk diangkat dan diikutsertakan dalam Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM), walaupun masih tetap harus dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mencapai kesempurnaan. Selain itu juga Bapak Wisnu berpesan agar untuk tahun kedepan, sebaiknya tidak hanya ke enam belas peserta Mapres saja yang dapat mempresentasikan hasil karyanya namun lebih dari itu, karena beliau yakin bahwa semua mahasiswa yang mempunyai kemampuan dan kemauan untuk membuat karya adalah mahasiswa yang berprestasi.

Pengumuman Mahasiswa Berprestasi FMIPA sendiri, dilaksanakan dalam Inagurasi atau Penganugrahan Mapres 2011  pada hari Senin ,18 April 2011 pada pukul 16.00 WIB.  Diharapkan untuk peserta yang terpilih, dapat mewakili FMIPA dalam Pemilihan Mapres UI 2011, dan dapat melaju dalam Pemilihan Mapres Nasional 2011. Tidak hanya berhenti sampai disitu, namun diharapkan dapat benar-benar berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui pemikiran kritis dan inovatif. Hal ini merupakan harapan dan doa kita bersama sebagai keluarga besar FMIPA UI dan keluarga besar Universitas Indonesia.

Jayalah MIPA UI, Jayalah Pula Negeri..

Itulah tekat Juang KAMI..

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cooling Suit Physiologists Design Advanced Suit To Cool Firefighters

Firefighters battle flames and smoke in gear that is specially designed to insulate them — even when temperatures exceed one thousand degrees. But the very same life-saving equipment a firefighter dons may be putting him or her at risk — by raising body temperatures to dangerous levels. Now researchers are developing a system to cool them off while they’re smack dab in the middle of the fire.

Firefighting is dangerously hot work. The heat from a house fire can reach over 11-hundred degrees Fahrenheit. “It causes you to build up body heat,” Jon Williams, Research Physiologist at the National Institute for Occupational Safety and Health told Ivanhoe.

But soon — firefighters may add another layer of protection that will subtract body heat. This is a cooling suit — a spandex undergarment, lined with plastic tubing. Physiologists say when a firefighter starts to work hard. His body gets rid of heat by moving warm blood into the skin. These tubes allow cool water to carry the heat away from the firefighter’s body. The suit is designed to concentrate on areas where the body transfers the most heat.

“The scalp, the areas of the chest, the forearms. Where you get more heat transfer in those areas than you would if you were cooling another area of the body,” Williams said.

At the National Institute for Occupational Safety and Health Lab, volunteers test the suit — by walking on a treadmill — to raise the person’s core body temperature. For this test, researchers turned on the water transfer system. The volunteer’s temperature barely changed.

For the second test, the cooling system was not turned on. After just a few minutes, the monitor showed a temperature spike — his body went from ninety-seven -point-seven degrees Fahrenheit to ninety-eight-point- seven.

So now, scientists hope firefighters can douse flames … and keep cool all at the same time.

Hotter Houses: House materials inside and out have changed dramatically over the last three decades — most are now made from synthetic materials rather than wood or metal. So today’s blazes produce two to three times as much energy as a typical fire did in 1980, and most of that energy is released as flammable gases. The invisible gases produced in a fire can be much more dangerous than the flames, especially in enclosed spaces.

Newer buildings are well insulated and tightly sealed. That means gases in newer buildings can become superheated, flammable and highly mobile. The result is extreme fire behavior, marked by life-threatening backdrafts, flashovers and gas explosions. Scores of firefighters die each year because they use old outdated methods against this volatile mix of physics and fire gases.

The American Industrial Hygiene Association and the National Institute for Occupational Safety and Health contributed to the information contained in the video portion of this report.

 

sumber : http://www.sciencedaily.com/videos/2008/0203-cooling_suit.htm

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PENGEMBANGAN BIO MATERIAL UNTUK KEMAJUAN TEKNOLOGI KESEHATAN NASIONAL

Sejak tahun 2003, Pusat Teknologi Material (PTM) BPPT telah melakukan pengembangan biomaterial untuk aplikasi kesehatan. Kegiatan yang dilakukan antara lain, melakukan uji toksisitas dan biokompatibilitas hidroksiapatit (HA) berbahan dasar mineral alam (batu gamping dan koral) untuk bone filler (pengisi tulang), melakukan desain dan pembuatan komponen pelat implan berbasis stainless steel sebagai bone substitute (pengganti tulang), serta melakukan desain proses pembuatan semen tulang Polymethylmethacrylate (PMMA) untuk tujuan bone cement (semen tulang), demikian dikatakan Dwi Gustiono Chief Engineer Biomaterial, Pusat Teknologi Material BPPT saat wawancara di ruang kerjanya, Jumat (5/2). HA, merupakan suatu kalsium fosfat yang banyak digunakan sebagai material pengganti tulang karena kemiripannya dengan struktur kimia tulang dan jaringan keras pada mamalia. Material ini dapat mendorong pertumbuhan tulang baru, serta mempercepat proses penyatuan tulang. Mahalnya bahan dasar bone filler impor yang berupa serbuk kalsium dan fosfat, membuat PTM BPPT berinisiatif untuk mengembangkan bahan dasar HA dari bahan baku lokal yaitu gamping. Dari uji toksisitas yang dilakukan, ditemukan bahwa HA yang dihasilkan tidak menimbulkan racun sehingga aman untuk digunakan. Selain itu dari uji biokompatibilitas, dapat diketahui juga bahwa HA ini mampu berinteraksi dengan jaringan tubuh makhluk hidup dengan baik”, kata Dwi. PTM juga mengembangkan bone filler yang mempunyai kandungan obat didalamnya. Jadi dengan memasukan bone filler tersebut ke dalam tulang, maka obat dapat mengalir langsung ke tulang yang berpenyakit sehingga hasilnya akan lebih cepat terasa”, tambahnya. Selain HA untuk bone filler menurut Dwi, sejak tahun 2007 PTM BPPT juga mengembangkan Polymethylmethacrylate (PMMA)/bone cement polimer untuk mengisi celah-celah persendian buatan dalam proses implantasi sendi putar. “Kami menggunakan teknologi reverse engineering, yakni meneliti komposisi bone cement komersil yang dipasarkan di luar negeri, untuk kemudian dilakukan studi literaturnya yang hasilnya kita gunakan untuk mengembangkan PMMA ini”. Lebih jauh Dwi menjelaskan, PMMA yang dihasilkan BPPT memiliki sifat-sifat tidak jauh dari produk komersil yang sudah ada. Diantaranya yaitu elastisitas, sifat kimia dan fisikanya serta kemampuan dalam pengeringan. Saat ini bahan yang digunakan masih impor, namun Dwi mengharapkan ke depan dapat mengembangkan PMMA berbahan baku lokal. Menurut Dwi, saat ini di Indonesia belum ada industri alat kesehatan maupun industri farmasi yang memproduksi bone filler dan bone cement. Hal ini disebabkan pihak industri menganggap market untuk kedua produk kesehatan ini kecil. “Jika ditilik lebih jauh, HA selain dapat digunakan sebagai bahan dasar bone filler, juga dapat digunakan sebagai bahan tambahan pasta gigi untuk memperbaiki email gigi yang rusak, bahan anti-aging dalam kosmetik dan bahan pemurnian air”. Pengembangan lainnya Indonesia memiliki sumberdaya pasir besi yang sangat berlimpah. Untuk itu kami di PTM, juga melakukan kegiatan pengembangan bone substitute berbahan dasar baja stainless tipe SS316L. Tipe ini dipilih karena ketahanannya yang tinggi terhadap karat. Pengembangannya saat ini sudah sampai pada tahap uji toksisitas dan uji inflamasi interaksi jaringan”, kata Dwi. Melihat potensi pasar yang ada, BPPT telah mensosialisasikan bone filler dan bone cement pada industri dan pihak-pihak yang terkait di Indonesia. Sedangkan untuk bone substitute, lanjut Dwi, sudah ada industri di Surabaya yang memproduksinya. “Pada industri tersebut, selain memberikan problem solving mengenai bahan baku baja stainless yang selama ini masih harus impor, BPPT juga memberikan solusi teknologi alternatif dalam membuat produk alat kesehatan yakni dengan teknik pengecoran. Kelebihan dari teknik pengecoran dibanding teknik machining yang selama ini mereka terapkan adalah tidak menimbulkan limbah dalam jumlah besar”. Ke depan, kami akan mengembangkan implant skrup berbahan baku polimer yang mempunyai kelebihan dapat langsung ditanam ke dalam tubuh tanpa harus diambil kembali. Sebenarnya di luar negeri pun sudah ada produk komersial implant skrup yang berbahan baku titanium, hanya saja harganya sangat mahal. Jika kita mengembangkan sendiri implant skrup ini, tentunya harganya akan menjadi lebih terjangkau, sekaligus juga kita berkontribusi dalam memajukan teknologi alat kesehatan nasional”, ujar Dwi di akhir wawancara. (YRA/humas)

sumber : http://www.bppt.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=358:pengembangan-bio-material-untuk-kemajuan-teknologi-kesehatan-nasional&catid=58:teknologi-material

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Jamur Ophiocordyceps unilateralis jadikan semut seperti Zombie

Ilmuwan menemukan salah satu jenis jamur yang kemungkinan telah menginvasi tubuh semut kayu (Camponotus leonardi) dan mengontrol perilaku mereka selama 48 juta tahun terakhir.

Sebuah jamur parasit bernama Ophiocordyceps unilateralis telah terbukti secara sengaja menginfeksi semut-semut karena semut-semut itu bertempat tinggal di tanaman dan pepohonan yang ingin dimanfaatkan juga oleh jamur.

Setelah jamur menginvasi tubuh semut, ia kemudian menginstruksikan serangga itu untuk menggigit bagian bawah daun, tepat di pembuluhnya. Kemudian, saat semut berada di lokasi yang optimal, jamur kemudian tumbuh pesat di seluruh tubuh semut.

Akhirnya jamur membunuh semut ‘zombie’ yang perilakunya sudah dikontrol itu sambil bersiap-siap menyebarkan spora baru.

“Saat semut berada di bawah kontrol jamur, semut meninggalkan tanda yang jelas yang disebut ‘gigitan kematian’ di daun-daun,” kata David Hughes, peneliti dari Harvard University, seperti dikutip dari Unexplained-Mysteries.

Semut yang dikontrol, kata Hughes, menggigit tepat di pembuluh tanaman dalam upaya mencari titik optimal bagi pertumbuhan jamur.

Dari penelitian, Hughes menemukan bahwa gigitan tersebut sama persis dengan temuan fosil daun yang sudah berusia 48 juta tahun.

Temuan ini membuatnya yakin bahwa jamur telah melakukan praktek pembuatan semut ‘zombie’ jauh sebelum manusia muncul di Bumi.

“Kami yakin bahwa jamur yang mengontrol pikiran semut saat semut itu membuat tanda gigitan di daun,” kata Hughes. “Pasalnya, bukanlah hal yang normal bagi semut untuk menggigit daun tepat di pembuluhnya karena tindakan itu tidak ada nilai nutrisinya bagi mereka,” ucapnya.

Bahkan, Hughes menyebutkan, bagi semut, menggigit tepat di pembuluh tanaman spesies tertentu justru sangat berbahaya karena beracun.

http://www.apakabardunia.com/2011/01/jamur-ophiocordyceps-unilateralis.html

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gas Alam Bukan Alternatif Aman Pengganti Nuklir

Energi yang berasal dari gas alam juga memiliki bahaya serius. Sifatnya yang mudah terbakar dan menyebar di atmosfer hanya sedikit contoh.

Di tengah-tengah krisis energi yang saat ini terjadi di Jepang, akibat beberapa reaktor nuklirnya di Fukushima tak lagi berfungsi menyusul gempa bumi dan tsunami, muncul adanya wacana penggunaan gas alam sebagai suatu altenatif untuk mengganti nuklir.  Pemerintah Jepang pun telah meminta bantuan tambahan pasokan gas alam cair dan minyak bumi untuk meningkatkan pasokan listrik yang anjlok.

Proyek baru gas alam cair terkompresi yang dinilai akan lebih efektif ini lantas menjadi perbincangan yang menjamur secara global.  Namun gas alam bukannya hadir tanpa risiko. Menurut situs web Venture Beat, pemberitaan mengenai gas alam tidak berimbang. “Gas alam memiliki bahaya serius pula,” demikian tertera pada situs web Venture Beat.

Gas alam dapat berbahaya karena sifatnya yang sangat mudah terbakar dan menimbulkan ledakan. Gas alam lebih ringan dari udara, sehingga cenderung mudah tersebar di atmosfer. Akan tetapi bilaterjebak dalam ruang tertutup, seperti dalam rumah, konsentrasi gas dapat mencapai titik campuran yang mudah meledak, yang jika tersulut api, dapat menyebabkan ledakan yang dapat menghancurkan bangunan.

“Sebelum kebijakan gas alam sebagai sumber daya energi baru, perlu ada kesadaran akan bahaya yang mungkin juga muncul. Risiko tidak dapat dikesampingkan,” ulas New York Times pada salah satu beritanya.

Bencana di Fukushima tersebut juga telah mendorong banyak negara mengkaji ulang opsi pembangkit listrik tenaga nuklir mereka untuk memastikan kecelakaan serupa tidak akan terulang. Sejak gempa Jepang, keamanan dari reaktor nuklir yang tertanam dalam tanah juga mulai diragukan.

Jepang mendapatkan pasokan listrik dari tenaga nuklir. Ada kehilangan daya listrik sekitar 9.700 megawatt semenjak bencana gempa. PLTN Fukushima rusak dan terjadi kekurangan listrik besar-besaran. Karena kekurangan listrik, saat ini dilakukan penghematan listrik secara berencana. (NY Times, Venture Beat, Kompas Cetak)

 

 

 

 

sumber : http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/846/gas-alam-bukan-alternatif-aman-pengganti-nuklir

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hati- Hati.. Monster “Ulat Bulu” Meluas

Ulat bulu di Probolinggo, Jawa Timur berubah mernjadi monster yang menakutkan warga setempat, karena jumlahnya yang sangat banyak.

Warga Kecamatan Tegal Siwalan dan Leces Kab Probolinggo resah. Ulat bulu tak hanya menyerang tanaman hingga daun meranggas, melainkan juga sudah menjalar ke rumah-rumah warga, bahkan masuk ke kamar tidur.

Warga khawatir serangan ulat bulu semakin menjadi-jadi dan bertambah beringas. Berbagai upaya membasmi ulat telah dilakukan, antara lain dengan memunguti satu per satu lalu membakarnya. Tapi ada juga warga yang terpaksa menyemprot dengan insektisida (racun) bawang. Namun jumlah ulat semakin bertambah banyak.

Serangan ulat telah berlangsung sejak seminggu yang lalu. Yang diserang di antaranya Desa Banjarsawah dan Sumberbulu, Kec Tegalsiwalan. Sedangkan di Kec Leces, ulat menyerang Desa Pondok Wuluh, Clarak, Sumber Kedawung, dan Desa Lecas. Ulat bulu gatal ini kebanyakan menyerang daun mangga.

Di RT 5 RW 6 Desa Sumberkedawung serangan ulat terlihat ganas. Banyak tanaman, terutama mangga, daunnya habis dimakan ulat, yang tersisa hanya ranting dan batang. Ketika daun sudah ludes, ulat merambat ke permukiman warga.

Ulat merambat ke mana-mana, ke sekolah, warung, toko kelontong, bahkan musala milik Muhammad Zainal, warga Sumberkedawung, dijadikan sarang ulat. Saking banyaknya ulat yang menjalar di dinding dan berkeliaran di lantai, warga enggan memanfaatkan musala untuk aktivitas dan kegiatan agama. “Wah sampean lihat sendiri. Yah, ulat itu menyerang sekitar seminggu yang lalu,” ungkap M Zainal yang rumahnya juga dihuni ulat.

Hal senada juga disampaikan Subaidi, pemilik warung di selatan musala M Zainal. Warung nasi dan kopi ini sepi pembeli gara-gara ulat. Agar ulat yang menjalar di dindingnya tidak masuk ke dalam warung, Subaidi memberi atau menyiram oli di dinding dan lantai teras warung. “Supaya tidak masuk ke dalam. Gara-gara ulat, orang enggan beli,” terang Subaidi di sela-sela menyiram oli ke dinding warungnya.

Ulat yang tidak bisa dihitung jumlahnya itu tidak hanya mencemaskan warga. Para pejalan kaki dan pengendara, juga terganggu. Para pejalan kaki, pengendara sepeda pancal, dan motor, terpaksa harus sering menengok ke atas menghindari ulat yang bergelantungan di tengah jalan dari pepohonan. Bahkan sebagian terpaksa memakai payung. “Kemarin ada yang menabrak pagar karena menghindar ulat yang menggelantung di tengah jalan,” ujar seorang warga.

“Sudah saya kumpulkan kemudian saya bakar. Tapi ulat semakin bertambah banyak,” terang Ny Wiwik, tetangga dan saudara M Zainal. Perempuan setengah baya ini mengaku tidak nyenyak tidur di malam hari. Sesekali ia dibangunkan ulat yang menjalar di tubuhnya.

Warga berharap pihak Pemkab Probolinggo turun tangan membantu warga mengusir ulat yang benar-benar meresahkan warga ini.

Teka-teki melonjaknya populasi ulat bulu di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur ini, Pertanian Jawa Timur menilai populasi ulat bulu meningkat akibat rusaknya ekosistem di sekitar lereng Gunung Bromo akibat letusan.

“Sejak awal kami sebenarnya sudah mendeteksi akan kemungkinan munculnya ulat bulu tersebut,” kata Kepala Dinas Pertanian Jatim, Wibowo Eko Putro, Kamis (31/3/2011)

Eko menambahkan, sebelum letusan, di sekitar lereng Gunung Bromo terdapat pohon-pohon besar tempat berkembang biak ulat-ulat.

“Sejak Gunung Bromo meletus dengan guyuran abunya, maka bisa ditebak ekosistem untuk ulat bulu ini menjadi rusak. Ulat-ulat bulu ini pun bermigrasi untuk mencari tempat yang cocok untuk perkembangbiakan,” jelas Eko.

Seperti diketahui hama ulat bulu menjalar di lima kecataman di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Dinas Pertanian kabupaten masih berupaya melakukan penyemprotan untuk membasmi jutaan ulat yang sudah menyerang sejak 10 hari terakhir ini.

Sumber:

http://www.rimanews.com/read/20110327/21720/monster-ulat-bulu-serang-warga-probolinggo

http://news.okezone.com/read/2011/03/31/340/440821/ekosistem-rusak-penyebab-kupu-kupu-migrasi-ke-probolinggo

 

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Dasar-dasar Stem Cell

stem cell

ABSTRAK
Minat terhadap stem cell atau sel induk jelas meningkat dalam beberapa dekade terakhir
ini. Hal itu disebabkan karena potensi stem cell yang sangat menjanjikan untuk terapi
berbagai penyakit sehingga menimbulkan harapan baru dalam pengobatan berbagai penyakit.
Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai definisi stem cell, jenis dan sifat stem cell, dan
potensi pemakaiannya untuk berbagai penyakit.
DEFINISI STEM CELL
(1,2)
Stem cell adalah sel yang tidak/belum terspesialisasi yang
mempunyai 2 sifat:
1. Kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi sel lain
(differentiate). Dalam hal ini stem cell mampu berkembang
menjadi berbagai jenis sel matang, misalnya sel saraf, sel
otot jantung, sel otot rangka, sel pankreas, dan lain-lain.
2. Kemampuan untuk memperbaharui atau meregenerasi
dirinya sendiri (self-regenerate/self-renew). Dalam hal ini
stem cell dapat membuat salinan sel yang persis sama
dengan dirinya melalui pembelahan sel.
JENIS STEM CELL
Berdasarkan Potensi atau Kemampuan Berdiferensiasi
(1,2,3)
Berdasarkan kemampuan berdiferensiasi, stem cell dibagi
menjadi:
1. Totipotent. Dapat berdiferensiasi menjadi semua jenis sel.
Yang termasuk dalam stem cell totipotent adalah zigot
(telur yang telah dibuahi).
2. Pluripotent. Dapat berdiferensiasi menjadi 3 lapisan
germinal: ektoderm, mesoderm, dan endoderm, tapi tidak
dapat menjadi jaringan ekstraembryonik seperti plasenta
dan tali pusat. Yang termasuk stem cell pluripotent adalah
embryonic stem cells.
3. Multipotent. Dapat berdiferensiasi menjadi banyak jenis
sel. Misalnya: hematopoietic stem cells.
4. Unipotent. Hanya dapat menghasilkan 1 jenis sel. Tapi
berbeda dengan non-stem cell, stem cell unipoten
mempunyai sifat dapat memperbaharui atau meregenerasi
diri (self-regenerate/self-renew)
Berdasarkan Sumbernya
(1,3,4)
Stem cell ditemukan dalam berbagai jaringan tubuh.
Berdasarkan sumbernya, stem cell dibagi menjadi:
1) Zygote. Yaitu pada tahap sesaat setelah sperma bertemu
dengan sel telur
2) Embryonic stem cell. Diambil dari inner cell mass dari
suatu blastocyst (embrio yang terdiri dari 50 ­ 150 sel,
kira-kira hari ke-5 pasca pembuahan). Embryonic stem cell
biasanya didapatkan dari sisa embrio yang tidak dipakai
pada IVF (in vitro fertilization). Tapi saat ini telah
dikembangkan teknik pengambilan embryonic stem cell
yang tidak membahayakan embrio tersebut, sehingga dapat
terus hidup dan bertumbuh. Untuk masa depan hal ini
mungkin dapat mengurangi kontroversi etis terhadap
embryonic stem cell.
3) Fetus. Fetus dapat diperoleh dari klinik aborsi.
4) Stem cell darah tali pusat. Diambil dari darah plasenta dan
tali pusat segera setelah bayi lahir. Stem cell dari darah tali
pusat merupakan jenis hematopoietic stem cell, dan ada
yang menggolongkan jenis stem cell ini ke dalam adult
stem cell.
5) Adult stem cell. Diambil dari jaringan dewasa, antara lain
dari:
·
Sumsum tulang.
Ada 2 jenis stem cell dari sumsum tulang:
– hematopoietic stem cell. Selain dari darah tali pusat
dan dari sumsum tulang, hematopoietic stem cell
dapat diperoleh juga dari darah tepi.
– stromal stem cell atau disebut juga mesenchymal stem
cell.
·
Jaringan lain pada dewasa seperti pada:
– susunan saraf pusat
– adiposit (jaringan lemak)
– otot rangka
– pankreas
Adult stem cell mempunyai sifat plastis, artinya selain
berdiferensiasi menjadi sel yang sesuai dengan jaringan
asalnya, adult stem cell juga dapat berdiferensiasi menjadi sel
jaringan lain. Misalnya: neural stem cell dapat berubah menjadi
sel darah, atau stromal stem cell dari sumsum tulang dapat
berubah menjadi sel otot jantung, dan sebagainya.
PERAN STEM CELL DALAM RISET
1. Terapi
gen.
Stem cell (dalam hal ini hematopoietic stem cell)
digunakan sebagai alat pembawa transgen ke dalam tubuh
pasien, dan selanjutnya dapat dilacak jejaknya apakah
stem cell ini berhasil mengekspresikan gen tertentu dalam
tubuh pasien. Dan karena stem cell mempunyai sifat self-
renewing, maka pemberian pada terapi gen tidak perlu
dilakukan berulang-ulang, selain itu hematopoietic stem
cell juga dapat berdiferensiasi menjadi bermacam-macam
sel, sehingga transgen tersebut dapat menetap di berbagai
macam sel.
2. Mengetahui proses biologis, yaitu perkembangan
organisme dan perkembangan kanker. Melalui stem cell
dapat dipelajari nasib sel, baik sel normal maupun sel
kanker.
3. Penemuan dan pengembangan obat baru, yaitu untuk
mengetahui efek obat terhadap berbagai jaringan
4. Terapi sel berupa replacement therapy. Oleh karena stem
cell dapat hidup di luar organ tubuh manusia misalnya di
cawan petri, maka dapat dilakukan manipulasi terhadap
stem cell itu tanpa mengganggu organ tubuh manusia. Stem
cell yang telah dimanipulasi tersebut dapat ditransplantasi
kembali masuk ke dalam organ tubuh untuk menangani
penyakit-penyakit tertentu.

Ada 3 golongan penyakit yang dapat diatasi oleh stem cell:
a. Penyakit autoimun. Misalnya pada lupus, artritis reumatoid
dan diabetes tipe 1. Setelah diinduksi oleh growth factor
agar hematopoietic stem cell banyak dilepaskan dari
sumsum tulang ke darah tepi, hematopoietic stem cell
dikeluarkan dari dalam tubuh untuk dimurnikan dari sel
imun matur. Lalu tubuh diberi agen sitotoksik atau terapi
radiasi untuk membunuh sel-sel imun matur yang tidak
mengenal self antigen (dianggap sebagai foreign antigen).
Setelah itu hematopoietic stem cell dimasukkan kembali ke
tubuh, bersirkulasi dan bermigrasi ke sumsum tulang untuk
berdiferensiasi menjadi sel imun matur sehingga sistem
imun tubuh kembali seperti semula.
b. Penyakit degeneratif. Pada penyakit degeneratif seperti
stroke, penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer, terdapat
beberapa kerusakan atau kematian sel-sel tertentu sehingga
bermanifestasi klinis sebagai suatu penyakit. Pada keadaan
ini stem cell setelah dimanipulasi dapat ditransplantasi ke
dalam tubuh pasien agar stem cell tersebut dapat
berdiferensiasi menjadi sel-sel organ tertentu yang
menggantikan sel-sel yang telah rusak atau mati akibat
penyakit degeneratif.
c. Penyakit keganasan. Prinsip terapi stem cell pada
keganasan sama dengan penyakit autoimun. Hematopoietic
stem cell yang diperoleh baik dari sumsum tulang atau
darah tali pusat telah lama dipakai dalam terapi leukemia
dan penyakit darah lainnya.
Ada beberapa alasan mengapa stem cell merupakan calon yang
bagus dalam cell-based therapy:
1. Stem cell tersebut dapat diperoleh dari pasien itu sendiri.
Artinya transplantasi dapat bersifat autolog sehingga
menghindari potensi rejeksi. Berbeda dengan transplantasi
organ yang membutuhkan organ donor yang sesuai
(match), transplantasi stem cell dapat dilakukan tanpa
organ donor yang sesuai.
2. Mempunyai kapasitas proliferasi yang besar sehingga
dapat diperoleh sel dalam jumlah besar dari sumber yang
terbatas. Misalnya pada luka bakar luas, jaringan kulit
yang tersisa tidak cukup untuk menutupi lesi luka bakar
yang luas. Dalam hal ini terapi stem cell sangat berguna.
3. Mudah dimanipulasi untuk mengganti gen yang sudah
tidak berfungsi lagi melalui metode transfer gen. Hal ini
telah dijelaskan dalam penjelasan mengenai terapi gen di
atas.
4. Dapat bermigrasi ke jaringan target dan dapat berintegrasi
ke dalam jaringan dan berinteraksi dengan jaringan
sekitarnya.
Therapeutic Cloning
Therapeutic cloning atau yang lebih panjangnya disebut
SCNT (Somatic Cell Nuclear Transfer) adalah suatu teknik
yang bertujuan untuk menghindari risiko penolakan/rejeksi.
Pada therapeutic cloning, inti sel telur donor dikeluarkan dan
diganti dengan inti sel resipien misalnya diambil dari sel
mukosa pipi. Lalu sel ini akan membelah diri dan setelah
menjadi blastocyst, maka inner cell massnya akan diambil
sebagai embryonic stem cell dan setelah dimasukkan kembali
ke dalam tubuh resipien maka stem cell tersebut akan
berdiferensiasi menjadi sel organ yang diinginkan (misalnya sel
beta pankreas, sel otot jantung, dan lain lain), tanpa reaksi
penolakan karena sel tersebut mengandung materi genetik
resipien.
Keuntungan dan Kerugian Memakai Jenis Stem Cell
Tertentu dalam Cell-based Therapy
Keuntungan embryonic stem cell:
1. Mudah didapat dari klinik fertilitas.
2. Bersifat pluripoten sehingga dapat berdiferensiasi menjadi
segala jenis sel dalam tubuh.
3. Immortal. Berumur panjang, dapat berproliferasi beratus-
ratus kali lipat pada kultur.
4. Reaksi penolakan rendah.

Kerugian embryonic stem cell:
1. Dapat bersifat tumorigenik. Artinya setiap kontaminasi
dengan sel yang tak berdiferensiasi dapat menimbulkan
kanker.
2. Selalu bersifat allogenik sehingga berpotensi menimbulkan
penolakan.
3. Secara etis sangat kontroversial.
Keuntungan umbilical cord blood stem cell (stem cell dari
darah tali pusat):
1. Mudah didapat (tersedia banyak bank darah tali pusat).
2. Siap pakai, karena telah melalui tahap prescreening,
testing dan pembekuan.
3. Kontaminasi virus minimal dibandingkan dengan stem cell
dari sumsum tulang.
4. Cara pengambilan mudah, tidak berisiko atau menyakiti
donor.
5. Risiko GVHD (graft-versus-host disease) lebih rendah
dibandingkan dengan menggunakan stem cell dari sumsum
tulang, dan transplantasi tetap dapat dilakukan walaupun
HLA matching tidak sempurna atau dengan kata lain
toleransi terhadap ketidaksesuaian HLA matching lebih
besar dibandingkan dengan stem cell dari sumsum tulang.
Kerugian umbilical cord blood stem cell:
1. Kemungkinan terkena penyakit genetik. Ada beberapa
penyakit genetik yang tidak terdeteksi saat lahir sehingga
diperlukan follow up setelah donor beranjak dewasa.
2. Jumlah stem cell relatif terbatas sehingga ada
ketidaksesuaian antara jumlah stem cell yang diperlukan
resipien dengan yang tersedia dari donor, karena jumlah
sel yang dibutuhkan berbanding lurus dengan usia, berat
badan dan status penyakit.
Keuntungan adult stem cell:
1. Dapat diambil dari sel pasien sendiri sehingga menghindari
penolakan imun.
2. Sudah terspesialisasi sehingga induksi menjadi lebih
sederhana.
3. Secara etis tidak ada masalah.
Kerugian adult stem cell:
1. Jumlahnya sedikit, sangat jarang ditemukan pada jaringan
matur sehingga sulit mendapatkan adult stem cell dalam
jumlah banyak.
2. Masa hidupnya tidak selama embryonic stem cell.
3. Bersifat multipoten, sehingga diferensiasi tidak seluas
embryonic stem cell yang bersifat pluripoten.

TERAPI BERDASARKAN SEL (CELL-BASED
THERAPY)

Dalam tulisan ini, pembahasan bersifat singkat dan hanya
membahas potensi stem cell pada sebagian kecil penyakit.
Stem Cell untuk Diabetes
Pada diabetes, terjadi kekurangan insulin atau kurangnya
kepekaan terhadap insulin. Dalam hal ini transplantasi sel pulau
Langerhans diharapkan dapat memenuhi kebutuhan insulin.
Pada awalnya, kira-kira 10 tahun yang lalu, hanya 8%
transplantasi sel pulau Langerhans yang berhasil. Hal ini terjadi
karena reaksi penolakannya besar sehingga diperlukan
sejumlah besar steroid; padahal makin besar steroid yang
dibutuhkan, makin besar pula kebutuhan metabolik pada sel
penghasil insulin. Namun, baru-baru ini penelitian yang
dilakukan oleh James Shapiro dkk. di Kanada, berhasil
membuat protokol transplantasi sel pulau Langerhans dalam
jumlah banyak dengan metode imunosupresi yang berbeda
dengan yang sebelumnya. Pada penelitian tersebut, 100%
pasien yang diterapi transplantasi sel pulau Langerhans
pankreas tidak memerlukan injeksi insulin lagi dan gula
darahnya tetap normal setahun setelah transplantasi. Penelitian-
penelitian yang sudah dilakukan untuk diabetes ini mengambil
sumber stem cell dari kadaver, fetus, dan dari embryonic stem
cell. Selanjutnya, masih dibutuhkan penelitian untuk
menemukan cara membuat kondisi yang optimal dalam
produksi insulin, sehingga dapat menggantikan injeksi insulin
secara permanen.
Stem Cell untuk Skin Replacement
(4)
Dengan bertambahnya pengetahuan mengenai stem cell,
maka peneliti telah dapat membuat epidermis dari keratinosit
yang diperoleh dari folikel rambut yang dicabut. Hal ini
memungkinkan transplantasi epidermis autolog, sehingga
menghindari masalah penolakan. Pemakaian skin replacement
ini bermanfaat dalam terapi ulkus vena ataupun luka bakar.
Stem Cell untuk Penyakit Parkinson
(1,9)
Pada penyakit Parkinson, didapatkan kematian neuron-
neuron nigra-striatal, yang merupakan neuron dopaminergik.
Dopamin merupakan neurotransmiter yang berperan dalam
gerakan tubuh yang halus. Dengan berkurangnya dopamin,
maka pada penyakit Parkinson terjadi gejala-gejala gangguan
gerakan halus. Dalam hal ini transplantasi neuron dopamin
diharapkan dapat memperbaiki gejala penyakit Parkinson.
Tahun 2001, dilakukan penelitian dengan menggunakan
jaringan mesensefalik embrio manusia yang mengandung
neuron-neuron dopamin. Jaringan tersebut ditransplantasikan
ke dalam otak penderita Parkinson berat dan dipantau dengan
alat PET (Positron Emission Tomography). Hasilnya setelah
transplantasi terdapat perbaikan dalam uji-uji standar untuk
menilai penyakit Parkinson, peningkatan fungsi neuron
dopamin yang tampak pada pemeriksaan PET; perbaikan
bermakna ini tampak pada penderita yang lebih muda. Namun
setelah 1 tahun, 15% dari pasien yang ditransplantasi ini
kambuh setelah dosis levodopa dikurangi atau dihentikan.

Stem Cell untuk Stroke
Dahulu dianggap bahwa sekali terjadi kematian sel pada
stroke, maka akan menimbulkan kecacatan tetap karena sel
otak tidak mempunyai kemampuan regenerasi. Tapi anggapan
berubah setelah para pakar mengetahui adanya plastisitas pada
sel-sel otak dan pengetahuan mengenai stem cell yang
berkembang pesat belakangan ini.
Beberapa penelitian dengan menggunakan stem cell dari
darah tali pusat manusia yang diberikan intravena kepada tikus
yang arteri serebri medianya dioklusi menunjukkan hasil yang
menggembirakan. Ada pengurangan volume lesi sebanyak 40%
dan adanya kemampuan kembali ke 70% fungsi normal.
Terdapat pemulihan fungsional pada kelompok yang
ditransplantasi stem cell dari darah tali pusat dibandingkan
dengan kelompok kontrol dan tampak stem cell dari darah tali
pusat bermigrasi masuk ke otak. Penelitian dengan
menggunakan mesenchymal stem cell (MSC) dari sumsum
tulang autolog yang diberikan intravena pada 30 penderita
stroke juga memperbaiki outcome yang dinilai dari parameter
Barthel Index dan modified Rankin Scale.

Stem cell untuk penyakit jantung
Penelitian terkini memberikan bukti awal bahwa adult
stem cells dan embryonic stem cell dapat menggantikan sel otot
jantung yang rusak dan memberikan pembuluh darah baru.
Strauer dkk. mencangkok mononuclear
bone marrow cell
autolog ke dalam arteri yang menimbulkan infark pada saat
PTCA 6 hari setelah infark miokard akut. Sepuluh pasien yang
diberi stem cell area infarknya menjadi lebih kecil dan indeks
volume stroke, left ventricular end-systolic volume,
kontraktilitas area infark, dan perfusi miokard menunjukkan
perbaikan dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Perin dkk. memberikan transplantasi bone marrow
mononuclear cells autolog yang diinjeksikan pada miokard
yang lemah dengan panduan electromechanical
mapping pada
14 pasien gagal jantung iskemik kronik berat.
Single-photon
emission computed tomography myocardial perfusion
scintigraphy menunjukkan penurunan defek yang signifikan
dan perbaikan fungsi sistolik ventrikel kiri global pada pasien
yang diterapi.
KEPUSTAKAAN
1. The Stem Cells ­ Stem cell information ­ The Official National Institute
of Health Resource for Stem cell Research
2. Anatomy 101: Stem cells ­ Reeve Irvine Research Center –
http://www.reeve.uci.edu/anatomy/stemcells.php
Cermin Dunia Kedokteran No. 153, 2006



Posted in Uncategorized | Leave a comment

Melawan Virus dengan Virus

Ahli biokimia Leor Weinberger dari UC San Diego menggunakan pendekatan tak lazim untuk memerangi penyebaran HIV/AIDS: virus melawan virus.
Weinberger dan rekan-rekannya di San Diego dan UCLA membuat partikel yang menumpang pada HIV. Saat HIV berpindah ke orang lain dan berada dalam sel, virus itu akan menyaingi HIV.
Pada saat simulasi, para peneliti mendapati bahwa terapi bernama “therapeutic interfering particles (TIPS)” ini mengurangi jumlah orang terinfeksi HIV sepertiga puluh kondisi sekarang.
TIPS dibuat dari bagian tak berbahaya dari HIV dengan menghilangkan bagian kunci informasi genetik, seperti cara untuk menduplikasi diri. Agar dapat bertahan, TIPS menggunakan DNA dari virus asli untuk mereplikasi, artinya TIPS tidak dapat hidup tanpa HIV.
Partikel TIPS itu juga berisi gen yang direkayasa untuk menghalangi HIV. Kedua virus menggunakan protein yang sama dan harus saling bersaing untuk memperolehnya saat berada di dalam sel. Kompetisi ini membuat HIV lebih sulit untuk menggandakan diri. TIPS dapat bertahan selama setahun dalam tubuh, artinya mereka bisa memperlambat perkembangan HIV menjadi AIDS 5 hingga 10 tahun.
TIPS saat ini belum dites pada manusia. “Kami bekerja sangat hati-hati untuk memperhitungkan risiko penggunaan TIPS. Kami belum tahu apakah partikel virus ini dapat berevolusi dan bercampur dengan gen lagi saat mereka digunakan,” jelas Weinberger.
Penyebar HIV paling banyak adalah pengguna obat-obatan terlarang dan pekerja seks. TIPS dianggap cara paling fenomenal untuk mengatasi infeksi HIV pada komunitas ini. (Sumber: Discovery News)
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Bayi lahir dari embrio yang beku selama 20 tahun

Bayi lahir dari embrio yang beku selama 20 tahun
Oleh Alex Pangestu | 2010-10-13 11:17:56
Bayi lahir dari embrio yang beku selama 20 tahun

Seorang bayi laki-laki dilahirkan dari embrio yang sudah dibekukan selama 20 tahun. Kelahiran yang akan dicatat pada jurnal Fertility and Sterility itu merupakan sebuah rekor. Hingga saat ini, belum ada embrio yang disimpan begitu lama bisa berujung pada kelahiran. Rekor sebelumnya adalah kelahiran dari embrio yang berumur 13 tahun.

Embrio yang dipakai saat ini merupakan embrio sisa yang disumbangkan oleh pasangan yang telah berhasil melahirkan dengan cara bayi tabung pada tahun 1990. Artinya, bayi laki-laki ini memiliki saudara kandung yang berumur 20 tahun lebih tua.

Pembekukan embrio ini terkait pada etika dan implikasinya semakin jelas belakangan ini. Pada tahun 2007, seorang ibu membekukan embrionya. Rencananya, ia akan memberikan embrio tersebut ke anak gadisnya yang divonis tidak subur. Saat ini, anak itu masih berumur 7 tahun. Ketika dewasa nanti, secara logika, ia akan melahirkan saudara kandungnya. Selain itu, embrio yang dibekukan juga menjadi perdebatan di antara pasangan suami istri yang bercerai.

http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/90/bayi-lahir-dari-embrio-yang-beku-selama-20-tahun

Posted in Uncategorized | Leave a comment